Cara Kerja Sistem Bumi berdasarkan Fakta

Cara Kerja Sistem Rotasi dan Revolusi Bumi – Dari maraknya teori Bumi Datar dari sosial media, maka saya berani mengatakan kalau teori para Flat Earthers tersebut 100% salah.

Sudah terbukti oleh berbagai riset dan penelitan yang selalu menunjukan kalau bumi itu bulat, bahkan kamu dapat melakukan riset untuk membuktikan sendiri.

Sudah pasti hasil dari riset yang kamu pelajari untuk membuktikan bentuk bumi sudah pasti bulat, Kini kamu bisa kesampingkan mengenai berbagai Teori Bumi datar yang sangat bodoh dan mempelajari Sistem Cara Kerja dari Planet Bumi.

Tentunya bagi kalian para pecinta ilmu pengetahuan sudah pasti tertarik bukan dengan bagaimana caranya Sistem kerja di Bumi.

Nah kalau kamu ingin menambah wawasan mu tentang planet Bumi. Maka kamu harus ketahui Bagaimana cara kerja dari Rotasi dan Revolusi planet Bumi berikut ini.

Cara Kerja Sistem Rotasi dan Revolusi Bumi

1. Rotasi Bumi

Sistem Bumi

Apakah kamu tahu kalau Rotasi Bumi adalah 23 jam, 56 menit dan 4091 detik? Mungkin bagi sebagian orang sudah tahu dengan hal tersebut. Bumi berotasi karena disebabkan oleh pergerakan planet bumi pada sumbunya, Bumi berputar dari arah timur ke barat.

Permukaan Bumi berotasi dengan kecepatan 1609 KM per jam, Hal tersebut membuat bumi berputar 23 jam, 56 menit, dan 4091 detik dan Itulah sebabnya ada 29 hari setiap 4 tahun sekali.

Lalu kalau Bumi permukaan bergerak kenapa kita tidak terlempar keluar angkasa?

Karena Bumi memiliki Gaya Gravitasi yang sangat besar yaitu 9800 meter per detik kuadrat, hal tersebutlah yang membuat rotasi bumi tidak cukup kuat untuk melempar kita keluar angkasa.

Lalu kenapa kita tidak merasakan bumi berputar?

Karena pergerakan Bumi berputar tetap stabil dan membuat kita tidak merasakan pergerakan bumi. Contoh jika kamu mengendarai mobil dengan kecepatan yang stabil, Tentu kamu hampir tidak merasakannya pergerakan dari mobil kamu. Kamu baru akan merasakan pergerakan dari mobil saat kamu menambah kecepatan atau mengurangi kecepatan mobil.

Lalu Apa yang terjadi jika Rotasi Bumi Berhenti?

Mungkin kamu sering bertanya-tanya apa yang akan terjadi dengan Bumi jika rotasinya benar-benar berhenti, Maka kamu harus ketahui kalau Bumi Berhenti berputar maka ada berbagai hal terjadi di dalam bumi seperti berikut:

1. Hilangnya Gravitasi yang dapat membuat segala sesuatu yang ada di permukaan Bumi akan terpental keluar angkasa.

2. Terjadinya Mega Tsunami yang menghancurkan seluruh permukaan bumi.

3. Dengan Berhentinya rotasi bumi maka tidak ada medan magnet bumi yang melindungi Bumi dari Radiasi Matahari dan Radiasi Kosmik.

4. Berhentinya Rotasi Bumi dapat membuat permukaan bumi yang menghadap matahari menjadi terbakar dan di sisi malam permukaan bumi menjadi beku.

5. Berhentinya Rotasi bumi dapat membuat bumi akan bertabrakan dengan bulan dan Planet Bumi akan tertarik oleh Gravitasi Matahari hingga akhirnya Bumi tertelan oleh Matahari.

Lalu apa saja manfaat Rotasi Bumi?

Manfaat Rotasi bumi adalah pergantian siang dan malam, pergantian siang dan malam sendiri dapat membantu mengatur suhu dari Bumi.

Dengan bumi berotasi dapat membuat magnet bumi yang melindungi kita dari Radiasi langsung Matahari serta Radiasi Kosmik lainnya.

2. Revolusi Bumi

Sistem Bumi

Revolusi Bumi terjadi ketika Bumi telah selesai mengelilingi Matahari, Revolusi Bumi akan memakan waktu cukup lama yaitu 365 hari dan 366 hari setiap 4 tahun sekali.

Apa manfaat dari Revolusi Bumi bagi kita?

1. Dengan adanya Revolusi Bumi, maka manusia mempunyai satuan waktu yang tepat.

2. Setiap proses Revolusi munculnya pergantian musim yang sangat berdampak bagi kita, seperti musim kemarau atau musim hujan.

3. Hal yang paling menguntungkan bagi para Astronomer dari Prosses Revolusi Bumi, Kita dapat melihat berbagai macam bentuk rasi Bintang.

Penutup

Nah itulah pengetahuan mengenai Cara Kerja Sistem Rotasi dan Revolusi dari Planet kita Bumi.

Fakta Gurita Yang Unik dan Jarang Diketahui

Gurita merupakan salah satu hewan moluska yang menjadikan terumbu karang sebagai habitat utamanya atau bisa dibilang, sebagai rumah gurita itu sendiri. Hewan ini sendiri terdiri dari 289 spesies.

Hewan ini dikenal memiliki kecerdasan tinggi dan bisa berkamuflase meniru lingkungan sekitarnya untuk menghindari incaran pemangsa.

Cara hewan ini bergerak juga sangat unik yaitu dengan menyemburkan ri, seperti cara kerja mesin jet.

Namun, ada banyak fakta menarik mengenai gurita yang mungkin jarang diketahui oleh banyak orang. Mau tahu apa saja? yuk simak di bawah ini.

Fakta Gurita Yang Harus Kamu Tahu

Fakta Gurita

Hewan tak bertulang belakang ini juga belakangan sering muncul sebagai karakter tokoh kartun yang cerdik.

Gurita mendapatkan peran seperti itu karena memang pada dasarnya mereka hewan yang pintar. Tubuhnya juga elastis sehingga membuat Hewan ini memiliki pergerakan yang menarik.

1.Memiliki 3 Jantung

Fakta Gurita

Sama seperti kerabatnya, cumi-cumi, hewan ini juga memiliki 3 organ jantung serta memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Dua jantungnya bergerak ke arah insang untuk mengatur pernafasan dan yang satunya lagi untuk memompa darah ke seluruh tubuh gurita.

Darah gurita juga berwarna biru karena mengandung protein berbasis tembaga yang disebut hemosyanin.

Saat berenang, organ yang mengantarkan darah ke organ berhenti berdetak, ini menguras dirinya, yang menjadi kemungkinan mereka memilih untuk merangkak daripada berenang.

2.Ahli Kamuflase

Fakta Gurita

Tak kalah dengan bunglon yang bisa membuat predatornya bingung, gurita juga bisa melakukan hal yang sama.

Hewan tak bertulang belakang ini akan mengubah warna tubuhnya hanya dalam wkatu 3 detik saja. Gurita yang hidup di dasar laut bahkan memiliki kemampuan mnyesuaikan tubuh dengan lingkungan di sekitarnya seperti bebatuan, karang, dan tumbuhan.

Selain itu, saat takut, ia juga akan memotret cairan gelap atau tinta pada hal yang membuat mereka takut.

Ini untuk membutakan dan membingungkan penyerang dalam sementara waktu dan memberikannya waktu untuk berenang menjauh.

Tinta juga bisa menumpulkan kemampuan penciuman penyerang. Ia juga bisa berubah warna untuk menyembunyikan dan mencocokan lingkungannya.

Mereka bisa berubah menjadi biru, abu-abu, coklat, pink, atau hijau. Jika tertangkap mereka bisa kehilangan senjata dan menumbukannya kembali.

3.Hidupnya Singkat

Fakta Gurita

Walaupun cerdas dan lihai dalam mempertahankan keberadaannya dari predator, namun hewan ini memiliki umur yang pendek.

Kebanyakan dari spesies ini hanya bisa bertahan hidup kurang dari 1 ahun, tepatnya sekitar 6 bulan saja.

Spesies lainnya, seperti gurita raksasa Pasifik Utara atau gurita cincin biru bisa hidup selama lima tahun. Biasanya semakin besar ukuran tubuhnya, maka wkatu hidupnya semakin lama.

Ketika berpasangan, mereka akan segera mati setelahnya. Selama reproduksi, gurita pria akan mengantarkan sperma dengan memasukkan lengan khusus (biasanya lengan kanan ketiga) ke dalam rongga mantel wanita.

Sedangkan sang betina biasanya bisa memiliki 200.000 – 400.000 telur walaupun tergantung spesiesnya.

Ia juga akan melindungi telurnya secara obsesif sampai mereka menetas, ia bahkan berhenti makan. Dan saat telurnya menetas menjadi gurita bayi, tubuhnya akan menoleh padanya, merobek jarungan dan organ tubuhnya sampai dia meninggal. Ini merupakan bunuh diri seluler.

Sementara, sang jantan telah berenang dan meninggal dalam beberapa bulan. Setelah menetas, bayinya disebut larva dan melayang di awan plankton serta memakan larva hewan lainnya sampai mereka dewasa.

Itulah beberapa fakta menarik mengenai gurita yang mungkin tak diketahui semua orang. Semoga artikel ini bermanfaat.