3 Fakta Menarik Hagia Sophia, Sudah Tahu?

Mungkin belum banyak dari kalian yang tahu apa itu Hagia Sophia. Hagia Sophia sendiri merupakan salah satu landmark terpopuler di Istanbul, Turki.

Arsitekturnya sangat indah serta memiliki sejarah yang cukup panjang. Apalagi, namanya saat ini sedang menjadi sorotan dunia setelah pemerintah Turki memutuskan untuk mengembalikan status Hagia Sophia menjadi masjid.

Menurut sejarahnya, perubahan status ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Sebelum menjadi museum, tempat ini merupakan katedral lalu berubah menjadi masjid saat Kekhalifahan Utsmaniyah di tahun 1453.

Namun di tahun 1934 bangunan ini diubah menjadi museum. Sejarahnya yang sangat panjang sangat menarik untuk ditelusuri.

Nah, untuk kalian yang ingin tahu lebih dalam mengenai Hagia Sophia, di bawah ini kami akan memberikan fakta-fakta menariknya.

1.Asal Usul

Asal Usul

Hagia Sophia berasal dari bahasa Yunani yang berarti kebijaksanaan Ilahi dimana tempat ini merupakan sebuah bangunan berbentuk kubah yang berada di Istanbul.

Bangunan ini baru selesai dibangun pada 537 Masehi oleh Kaisar Yustinus I dari Kekaisaran Romawi Timur.

Awalnya, bangunan ini merupakan pusat kekristenan Ortodoks dan menjadi gereja terbesar di dunia selama berabad-abad.

Hagia Sophia juga tetap menjadi gereja sampai dengan Konstantinopel dikuasai oleh Sultan Mehmet dari Ottoman. Di bawah kekuasaan Sultan Mehmet, Hagia Shophia berubah menjadi masjid.

2.Diubah Menjadi Museum Pada 1935 dan Dikembalikan Lagi Menjadi Mesjid

Diubah Menjadi Museum Pada 1935 dan Dikembalikan Lagi Menjadi Mesjid

Setelah Ottoman runtuh, presiden pertama Turki yang juga dikenal sebagai bapak modernisasi Turki, Mustafa Kemal Ataturk, mengubah Turki menjadi negara sekuler.

Di tahun 1934, bangunan yang tadinya berfungsi sebagai masjid dialihfungsikan menjadi sebuah museum.

Wacana mengubah kembali tempat ini menjadi masjid sebenarnya mulai muncul belasan tahun lalu dengan adanya petisi pada parlemen Turki.

Namun, baru-baru ini saja pengadilan tinggi admnistrasi Turki yang memiliki situs daftarslot-online.com menyatakan pembatalan keputusan Kabinet 1934 yang mengubah situs tersebut menjadi museum.

Pemerintah Turki menetapkan Hagia Sophia kembali menjadi masjid, dan tak lagi berstatus sebagai museum.

Walaupun kembali menjadi masjid, presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memastikan umat non Muslim tetap bisa berkunjung ke sini.

3.Salah Satu Situs Warisan Dunia dan Merupakan Kubah Terbesar Kedua di Dunia

Salah Satu Situs Warisan Dunia dan Merupakan Kubah Terbesar Kedua di Dunia

UNESCO menetapkan Hagia Sophia sebagai warisan Dunia pada tahun 1985 dan menjadi bagian dari wilayah bersejarah Istanbul.

Bangunan ini disebut memiliki nilai sejarah yang tinggi, bahkan, sejarawan seni menganggap mosaic bangunan yang indah dari tempat ini sebagai warisan pengetahuan mengenai seni mosaic kuno.

Seni mosaic itu tercatat dalam Kontroversi Ikonoklastik di abad ke delapan dan ke Sembilan. Selain itu, UNESCO juga menganggap Hagia Sophia merupakan mahakarya bidang arsitektur yang sangat unik sebagai perpaduan Kekaisaran Bizantium dan Kekaisaran Ottoman.

Bangunan yang didesain oleh arsitek Anthemios of Tralles dan Isidorod of Miletos ini pada awalnya memiliki tinggi 161 meter dan diameter 40 meter. Namun, kubah ini sempat roboh di tahun 558 dan dibangun kembali dengan tinggi 55 meter.

Kubah yang menjadi elemen paling mencolok dari Hagia Sophia ini dianggap sebagai symbol alam surge beserta kemuliaannya. Bangunan kubah yang ikonik ini menyimpan keindahan arsitektur yang tak ternilai harganya.

Itulah beberapa fakta menarik tentang Hagia Sophia yang harus kalian ketahui. Semoga artikel ini dapat bermanfaat serta menambah ilmu pengetahuan kalian terutama pengetahuan yang menyangkut tentang situs warisan di dunia.

Fakta Menarik Dari Pewarna Makanan Karmin

Banyak dari kita yang tak paham apa saja komposisi makanan yang seringkali kita santap selama ini. Salah satunya adalah pewarna makanan alami yang kerap ada pada berbagai produk yang sering kita nikmati.

Melalui video, akun TikTok @ilmumakanan memberikan kita informasi yang mungkin belum banyak kita ketahui.

Video berudrasi 35 detik tersebut menjelaskan mengenai pewarna makanan alami yang dinamakan Karmin.

Akun tersebut menyarankan kita untuk melihat pewarna pada produk-produk berwarna kemerahan, seperti susu atau yogurt dengan rasa stroberi.

Lalu, apa itu Karmin dan terbuat dari apa Karmin itu? Yuk simak di bawah.

Fakta Menarik Karmin

Fakta Menarik Karmin

“Pasti ada tulisan di komposisinya menggunakan pewarna alami karmin. Nah, sekarang gue bakal kasih tahu karmin terbuat dari apa. Tapi kalian janji nggak boleh kaget, nggak boleh teriak, nggak boleh  makan produk yang ada ininya,” jelas akun tersebut.

Karmin, lanjut video tersebut terbuat dari serangga berjenis Cochineal atau kutu daun yang dihancurkan.

Video dari sebuah berita game situs judi slot terbaik dan terpercaya no 1 ini pun viral karena banyak yang terkejut dengan fakta ini. Tak sedikit pula yang menyesal karena sering menikmati minuman yang mengandung karmin.

Namun, tak sedikit pula yang berterimakasih atas informasi yang selama ini jarang diketahui oleh public.

Namun, sebelum kalian menghindari segala jenis produk yang mengandung karmin, ada baiknya kalian mengetahui terlebih dulu fakta mendalam mengenai serangga ini.

1.Apa Itu Karmin?

Apa Itu Karmin

Karmin merupakan pewarna merah yang usianya sudah sangat tua dan berasal dari suku Aztec di tahun 1500 an.

Saat orang Eropa menemukan budaya mereka selama bereksplorasi, mereka menggunakan ekstrak serangga berjenis cochineal atau kutu daun sebagau pewarna untuk kain dengan warna merah cerah.

Serangga lain yang sangat mirip juga digunakan untuk tujuan yang sama di Budaya Timur Tengah, Mediterania, dan Mesir.

Sejak saat itu, pewarna karmin telah digunakan untuk sejumlah tujuan termasuk pewarna makanan agar terlihat lebih hidup dan menggugah selera.

2.Pewarna Alami Yang Aman

Pewarna Alami Yang Aman

Sebagai bagian dari keluarga pewarna makanan, karmin sering digunakan untuk membuat makanan kemasan dan olahan agar terlihat lebih hidup dan menarik.

Warna merah cerahnya bisa ditemukan di setiap jenis produk makanan yang berjejer di rak supermarket termasuk permen, es krim, yogurt, makanan ringan anak-anak, dan lain-lain.

Bahkan, tak jarang pula Karmin ditemukan dalam produk perawatan tubuh seperti shampoo dan lotion serta makeup seperti eyeshadow.

3.Proses Pembuatan Karmin

Proses Pembuatan Karmin

Karmin dibuat dari serangga berjenis cochineal atau kutu daun yang menghabiskan hidupnya menempel pada kaktus pir berduri di Amerika Tengah serta Selatan.

Dipanen selama ratusan tahun atau lebih, serangga ini sekarang sebagian besarberada di perkebunan kaktus pir berduri di Peru dan Kepulauan Canary.

Karena itulah Peru merupakan eksportir terbesar dari pewarna alami ini dengan rata-rata 70 ton per tahun. Bayangkan saja untuk membuat 1 pon karmin dibutuhkan 70 ribu ekor serangga ini.

Bantalan pir berduri dikumpulkan kemudian disimpan di gudang tempat para pekerja mengumpulkan serangga tersebut.

Cochineal betina menghabiskan hidupnya dengan menggali tanaman tersebut sehingga cukup sulit untuk mengekstraknya.

Setelah ditarik, serangga tersebut disortir dan dijemur lalu dihancurkan untuk mendapatkan warna merah cerah dari dalam tubuh serangga.

Serangga yang telah dihancurkan kemudian dicampur dengan larutan alkohol asam, yang menonjolkan aspek pewarna yang akan digunakan.

Inilah sebabnya mengapa pewarna terkadang disebut ekstrak cochineal. Saat ini ekstraknya dicampur dengan air dan zat cair lainnya, untuk menghasilkan pigmen merah yang sangat cerah. 

Itulah fakta menarik mengenai pewarna karmin. Semoga bermanfaat.