Yuk Ketahui Berbagai Jenis Hewan Berdasarkan Cara Berkembang Biaknya!

Hewan atau binatang yang selama hidup berdampingan dengan kita memiliki berbagai bentuk, jenis, warna, dan karakter.

Karena itulah, hewan seringkali digolongkan dan dibedakan berdasarkan jenisnya. Salah satunya adalah digolongkan berdasarkan cara mereka berkembang biak.

Berkembang biak atau memiliki keturunan bisa dilakukan dalam beberapa cara oleh hewan. Tidak seperti manusia yang hanya melahirkan saja.

Mereka bisa bertelur, melahirkan, bahkan bertelur dan melahirkan. Ini menjadikan hewan-hewan tersebut sangat unik dan berbeda.

Penggolongan jenis hewan berdasarkan cara berkembang biaknya dibedakan menjadi 3, yaitu Ovipar, Vivipar, dan Ovovivipar.

Nah, untuk kalian yang ingin tahu lebih dalam, di bawah ini kami akan berikan pengertian mengenai penggolongan hewan ini.

1.Hewan Ovipar / Bertelur

Hewan Ovipar / Bertelur

Ovipar merupakan cara perkembang biakkan hewan dengan bertelur. Mereka memiliki ciri-ciri antara lain tidak memiliki daun telinga, tidak memiliki kelenjar susu, dan tidak menyusui anaknya.

Dalam proses perkembangbiakkannya, embrio yang telah terbentuk akan tumbuh menjadi individu yang baru atau anak diluar tubuh induk, yaitu berkembang di dalam telur sebelum akhirnya menetas menjadi individu yang baru.

Pada hewan ovipar, ada proses pembuahan yang terdapat 2 macam, yaitu pembuahan Internal dan Pembuahan Eksternal.

Pembuahan internal merupakan proses pembuahan Ovum oleh Sperma yang terjadi di dalam tubuh induk betina.

Sedangkan pembuahan eksternal merupakan proses pembuahan yang terjadi di luar tubuh induk betina.

Contoh hewan ovipar yang memiliki pembuahan internal adalah ayam, bebek, itik, angsa, entog, merpati, elang, penyu, kura-kura, cicak, capung, celalang, dan kupu-kupu. Sedangkan hewan ovipar yang memiliki pembuahan eksternal biasanya adalah ikan dan katak.

2. Hewan Vivipar / Melahirkan

Hewan Vivipar / Melahirkan

Hewan yang digolongkan sebagai hewan vivipara merupakan hewan yang berkembangbiak dengan cara beranak atau melahirkan anaknya.

Ciri-ciri hewan vivipara antara lain adalah memiliki daun telinga, memiliki kelenjar susu dan putting susu, memiliki penutup tubuh berupa rambut, serta biasanya termasuk dalam jenis mamalia yaitu hewan yang menyusui anaknya.

Di dalam proses perkembangbiakannya, embrio yang telah terbentuk akan tumbuh menjadi individu baru di dalam Rahim induk betina sampai siap untuk dilahirkan.

Ada beberapa contoh hewan vivipara seperti sapi, kerbai, harimau, gajah, kucing, kambing, tikus, jerapah, singa, dan rusa.

Lama mereka mengandung juga berbeda-beda tergantung jenisnya. Ada yang kurang dari setahun, ada pula yang hampir dua tahun seperti gajah.

Calon individu baru nantinya akan berkembang di dalam tubuh induknya. Calon individu tersebut mendapatkan makanan dar induknya melalui saluran ari-ari.

3. Hewan Ovovivipar / Bertelur dan Melahirkan

Hewan Ovovivipar / Bertelur dan Melahirkan

Hewan yang digolongkan sebagai hewan ovovivipar adalah hewan yang proses pembuahannya terjadi di dalam tubuh induk betina.

Hasil dari pembuahan ini lalu membentuk telur dan masih di dalam Rahim induk betina. Setelah janin tersebut terbentuk secara sempurna, maka telur siap untuk dikeluarkan dari dalam tubuh induk betina.

Telur tersebut lalu langsung menetas setelah ia keluar dari tubuh sang induknya dan menjadi individu yang baru.

Beberapa contoh hewan Ovovivipar adalah ikan hiu, ikan pari, serta beberapa jenis kadal dan beberapa jenis ular.

Itulah penjelasan serta penggolongan hewan menurut cara perkembangbiakkannya. Semoga artikel ini dapat berguna dan bermanfaat terutama bagi kalian yang saat ini belum tahu banyak mengenai berbagai penggolongan jenis hewan berdasarkan cara mereka berkembang biak. 

Ciri-Ciri dan Pengertian Hewan Nokturnal

Setiap makhluk hidup pasti memiliki ciri khasnya tersendiri yang membuatnya berbeda dengan spesies lain.

Seperti kelelawar dengan beberapa cirinya yang unik. Namun, tahukah kalian apa saja ciri-ciri khusus hewan ini?

Pengertian Hewan Nokturnal

Pengertian Hewan Nokturnal

Nocturnal merupakan binatang atau hewan yang beraktivitas di malam hari dan tidur pada siang hari.

Umumnya, ditengah masyarakat yang masih mempercayai mitos, mengaitkan hewan nocturnal sebagai hal yang mistis dan seram.

Aktivitas hewan ini pada malam haru yang utama adalah berburu mencari mangsa untuk dimakan dan di siang hari biasanya mereka tidur.

Binatang nocturnal pada umumnya memiliki indera pendengaran, penciuman, dan pengelihatan yang khusus tercipta untuk beradaptasi dengan lingkungan di malam hari yang gelap.

Jika binatang yang aktif pada malam hari etnah untuk berburu atau untuk mencari makan dan bahkan berkembang biak disebut sebagai binatang nocturnal, maka binatang yang aktif di siang hari disebut sebagai diurnal.

Ciri-Ciri Hewan Nokturnal

Ciri-Ciri Hewan Nokturnal

Bukan tidak mungkin jika tiap hewan memiliki ciri-ciri. Sama halnya dengan hewan nocturnal yang juga memiliki beberapa ciri sebagai berikut:

1.Indra Pengelihatan Yang Tajam dan Pendengaran Yang Unik

Indra Pengelihatan Yang Tajam dan Pendengaran Yang Unik

Hewan nocturnal biasanya memiliki bola mata yang lebar. Karena itu, mereka memiliki mata dan kualitas pengelihatan yang sangat tajam setajam tampilan permainan dari https://gadunslot.sg-host.com/.

Seperti burung hantu yang bisa melihat pergerakan tikus sebagai mangsanya walaupun di malam hari.

Selain itu, pada umumnya mereka juga memiliki pendengaran yang berbeda daripada hewan biasa. Hal ini juga akan membantu mereka melakukan aktivitas di malam hari.

Pendengaran yang unik ini terdapat pada hewan kelelawar. Mereka bisa terbang di gua yang gelap tanpa terbentur dinding gua karena mereka mendengar dengan menggunakan gelombang ultrasonic.

2.Indra Pengecap dan Penciuman yang Unik

Indra Pengecap dan Penciuman yang Unik

Selain pengelihatan dan pendengaran yang tahjam, mereka juga terbantu dengan indra pengecap dan penciumannya.

Misalnya ular yang sebagian beraktifitas pada malam hari dengan bantuan lidahnya yang menjulur untuk membantu navigasi dan mendeteksi panas tubuh mangsanya

Binatang nocturnal juga menggunakan bantuan indra penciumannya untuk mencari, mengikuti, dan juga melacak mangsanya di malam hari.

Sifat Binatang Nokturnal

Sifat Binatang Nokturnal

Beberapa hewan nocturnal memiliki perilaku dan sifat yang aktif di malam hari karena beberapa alasan seperti mengurangi kompetisi dalam perburuan makanan, menghindari terik panas matahari, menghindari pemangsa, meningkakan peluang besar dalam berburu dan mencari makanan.

Semua alasan diatas sebenarnya memiliki satu inti yang sama yaitu untuk mempermudahkan dalam melakukan aktivitas juga agar lebih aman dari para pemangsa.

1.Mengurangi Persaingan Dalam Mencari Makan

Mengurangi Persaingan Dalam Mencari Makan

Sifat binatang yang aktif di malam hari untuk mencari makan merupakan adaptasi untuk mengurangi kopmpetisi dalam pemburuan mencari makan pada wilayah serta jenis mangsa (makanan) yang sama.

2.Menghindari Terik Panas Matahari

Menghindari Terik Panas Matahari

Wilayah dengan suhu tinggi biasanya memiliki banyak binatang nocturnal. Hal ini merupakan adaptasi dari binatang tersebut untuk menghindari menurunnya cairan dalam tubuh akibat panasnya matahari.

3.menghindari Kontak Dengan Pemangsa

menghindari Kontak Dengan Pemangsa

Spesies kecil seperti tikus aktif di malam hari karena menghindari kontak dengan pemangsa yang sering berkeliaran di siang hari.

Berang-berang juga aktif di malam hari dan bersembunyi di siang hari untuk menghindari kontak dengan manusia.

Contoh Binatang Nokturnal

Contoh Binatang Nokturnal
  • Berang berang
  • Burung hantu
  • Burung Kiwi
  • Hamster
  • Hyena
  • Kalajengking
  • Kanguru
  • Katak
  • Kelelawar
  • Kukang
  • Kuskus
  • Landak
  • Rubah Merah
  • Tarsius
  • Tikus

Itulah penjelasan lengkap mengenai hewan nocturnal. Semoga bermanfaat.

Pengertian, Ciri-ciri, dan Daftar Hewan Melata

Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang terkenal karena kekayaan yang dimilikinya. Indonesia juga dikenal dunia karena memiliki tanah yang subur dan juga memiliki beragam flora dan fauna.

Dari sisi tumbuhan, hampir setiap jenis tumbuhan bisa kita temukan di Negara Indonesia, mulai dari tumbuhan yang kecil pada pragmatic play indonesia hingga tumbuhan yang besar dan kokoh.

Sedangkan dari sisi hewan, Indonesia memiliki negara dengan beranekaragam hewan. Mulai dari mamalia hingga amfibi bisa ditemukan di sini.

Karena itulah Indonesia seringkali disebut sebagai Negara Atlantis yang hilang. Nah, untuk kalian yang ingin tahu lebih dalam mengenai hewan melata, di bawah ini kami akan memberikan penjelasannya.

Pengertian Hewan Melata

Pengertian Hewan Melata

Hewan melata atau reptile merupakan kelompok hewan vertebrata (bertulang belakang) yang berdarah dingin (poikilotern).

Mereka juga memiliki sisik yang menutupi sekujur tubuhnya. Di jaman sekarang ini hewan melata hidup disetiap benua kecuali di Benua Antartika.

Para ahli menyebutkan bahwa hewan melata merupakan organisme pertama yang bisa berkembang biak di segala habitat.

Mulai dari habiat yang kering, gersang, sampai yang hanya ada sedikit air. Selain bisa bertahan di tempat gersang dan kering, hewan ini jugta dikenal sebagai hewan yang bisa hidup di dua alam, darat dan air.

Namun, hanya ada beberapa jenis saja yang memiliki kelebihan ini seperti kura-kura, buaya, dan ular.

Pada umumnya hewan melata memiliki habitat utama di daratan. Dan jika mereka berada di perairan, itu hanya sekedar untuk mencari makan atau untuk menstabilkan suhu tubuh.

Hewan ini juga memiliki ukuran tubuh yang bervariasi mulai dari kecil hingga besar.

Ciri-Ciri Hewan Melata

Ciri-Ciri Hewan Melata
  • Tubuh hewan melata di tutupi oleh sisik.
  • Termasuk dalam golongan hewan berdarah dingin.
  • Memiliki alat pernafasan utama berupa paru-paru
  • Sebagian besar hewan melata berkembang biak secara ovipar. Dan sebagian kecil berkembang biak secara vivipar atau ovovivipar.
  • Mempunyai sistem syaraf berupa otak.
  • Memiliki alat indra seperti mata, hidung dan telinga.
  • Pada umumnya memiliki umur yang panjang.
  • Mampu hidup di tempat kering, gersang dan mampu hidup di dua alam.

Contoh Hewan Melata

1.Ular

Ular

Ular merupakan hewan melata yang tidak memiliki kaki namun memiliki tubuh yang sangat panjang. Hewan ini merupakan hewan dengan tubuh yang ditutupi oleh sisik sama seperti kadal.

Hewan ini juga sukses berkembang di seluruh dunia karena kalian bisa menemukan mereka di daerah gunung, sawah, hutan pemukiman, dataran rendah, hingga laut.

Sebagian besar ular hidup di daerah dengan iklim tropis seperti hewan berdarah dingin lainnya. Ular tak bisa hidup di tempat tertentu seperti puncak gunung dan padang salju.

Ular termasuk ke dalam kelompok hewan pemakan daging atau karnivora. Mereka memakan berbagai jenis serangga dan hewan lain dengan tubuh kecil.

Jenis ular yang hidup di pepohonan akan memangsa burung, mamalia, atau hewan melata lainnya. Sedangkan ular dengan ukuran besar seperti anaconda dan sanca bisa memakan rusa, kijang, atau kambing.

2.Buaya

Buaya

Buaya merupakan salah satu reptile yang bertubuh besar dan termasuk hewan yang berkembangbiak secara ovovivipar.

Umumnya gbuaya menghuni habitat air tawar, sungai, rawa, dan lahan yang lembab. Namun ada pula beberapa jenis buaya yang menghuni habitat air payau seperti buaya muara.

Buaya juga merupakan hewan pemakan daging dan termasuk hewan yang berbahaya. Biasanya mereka akan memangsa hewan yang memiliki tulang belakang seperti ikan, mamalia, dan reptile lainnya.

Selain buaya dan ular, kadal, iguana, komodo, kura-kura, tokek, penyu, alligator, dan caiman juga merupakan hewan melata. Semoga bermanfaat.