Fakta Menarik Dari Pewarna Makanan Karmin

Banyak dari kita yang tak paham apa saja komposisi makanan yang seringkali kita santap selama ini. Salah satunya adalah pewarna makanan alami yang kerap ada pada berbagai produk yang sering kita nikmati.

Melalui video, akun TikTok @ilmumakanan memberikan kita informasi yang mungkin belum banyak kita ketahui.

Video berudrasi 35 detik tersebut menjelaskan mengenai pewarna makanan alami yang dinamakan Karmin.

Akun tersebut menyarankan kita untuk melihat pewarna pada produk-produk berwarna kemerahan, seperti susu atau yogurt dengan rasa stroberi.

Lalu, apa itu Karmin dan terbuat dari apa Karmin itu? Yuk simak di bawah.

Fakta Menarik Karmin

Fakta Menarik Karmin

“Pasti ada tulisan di komposisinya menggunakan pewarna alami karmin. Nah, sekarang gue bakal kasih tahu karmin terbuat dari apa. Tapi kalian janji nggak boleh kaget, nggak boleh teriak, nggak boleh  makan produk yang ada ininya,” jelas akun tersebut.

Karmin, lanjut video tersebut terbuat dari serangga berjenis Cochineal atau kutu daun yang dihancurkan.

Video ini pun viral karena banyak yang terkejut dengan fakta ini. Tak sedikit pula yang menyesal karena sering menikmati minuman yang mengandung karmin.

Namun, tak sedikit pula yang berterimakasih atas informasi yang selama ini jarang diketahui oleh public.

Namun, sebelum kalian menghindari segala jenis produk yang mengandung karmin, ada baiknya kalian mengetahui terlebih dulu fakta mendalam mengenai serangga ini.

1.Apa Itu Karmin?

Apa Itu Karmin

Karmin merupakan pewarna merah yang usianya sudah sangat tua dan berasal dari suku Aztec di tahun 1500 an.

Saat orang Eropa menemukan budaya mereka selama bereksplorasi, mereka menggunakan ekstrak serangga berjenis cochineal atau kutu daun sebagau pewarna untuk kain dengan warna merah cerah.

Serangga lain yang sangat mirip juga digunakan untuk tujuan yang sama di Budaya Timur Tengah, Mediterania, dan Mesir.

Sejak saat itu, pewarna karmin telah digunakan untuk sejumlah tujuan termasuk pewarna makanan agar terlihat lebih hidup dan menggugah selera.

2.Pewarna Alami Yang Aman

Pewarna Alami Yang Aman

Sebagai bagian dari keluarga pewarna makanan, karmin sering digunakan untuk membuat makanan kemasan dan olahan agar terlihat lebih hidup dan menarik.

Warna merah cerahnya bisa ditemukan di setiap jenis produk makanan yang berjejer di rak supermarket termasuk permen, es krim, yogurt, makanan ringan anak-anak, dan lain-lain.

Bahkan, tak jarang pula Karmin ditemukan dalam produk perawatan tubuh seperti shampoo dan lotion serta makeup seperti eyeshadow.

3.Proses Pembuatan Karmin

Proses Pembuatan Karmin

Karmin dibuat dari serangga berjenis cochineal atau kutu daun yang menghabiskan hidupnya menempel pada kaktus pir berduri di Amerika Tengah serta Selatan.

Dipanen selama ratusan tahun atau lebih, serangga ini sekarang sebagian besarberada di perkebunan kaktus pir berduri di Peru dan Kepulauan Canary.

Karena itulah Peru merupakan eksportir terbesar dari pewarna alami ini dengan rata-rata 70 ton per tahun. Bayangkan saja untuk membuat 1 pon karmin dibutuhkan 70 ribu ekor serangga ini.

Bantalan pir berduri dikumpulkan kemudian disimpan di gudang tempat para pekerja mengumpulkan serangga tersebut.

Cochineal betina menghabiskan hidupnya dengan menggali tanaman tersebut sehingga cukup sulit untuk mengekstraknya.

Setelah ditarik, serangga tersebut disortir dan dijemur lalu dihancurkan untuk mendapatkan warna merah cerah dari dalam tubuh serangga.

Serangga yang telah dihancurkan kemudian dicampur dengan larutan alkohol asam, yang menonjolkan aspek pewarna yang akan digunakan.

Inilah sebabnya mengapa pewarna terkadang disebut ekstrak cochineal. Saat ini ekstraknya dicampur dengan air dan zat cair lainnya, untuk menghasilkan pigmen merah yang sangat cerah. 

Itulah fakta menarik mengenai pewarna karmin. Semoga bermanfaat.